Flow meter air limbah

Flow meter air limbah banyak dipakai di industri pengolahan limbah baik limbah domestik maupun lainya. Pada peroses pengolahan air limbah ( waste water treatment ) di industry banyak digunakan alat untuk mengukur debit air yang dalam hal ini flow meter. Flow meter air limbah pada proses biasanya di pasang pada saluran masuk dan saluran keluaran atau saluran pembuangan ke sungai atau parit.

Karena sifat dari air limbah yang kotor dan kemungkinan mengandung chemical yang bersifat korosif maka flow meter air limbah yang digunakan harus memenuhi spesifikasi cairan itu sendiri.  Untuk jenis flow meter yang cocok adalah jenis magnetic flow meter atau ultrasonic flow meter karena dua jenis flow meter ini tidak ada bagian flowmeter yang kontak dengan cairan yang bergerak untuk mencegah kerusakan atau kemacetan. Hanya saja untuk Electromagnetic pastikan conductivity dari cairan limbah diatas 20 micro siemens.

Karena Sifat dari magnetic flow meter ini mempunyai electrode sebagai sensor yang mampu bekerja pada cairan dengan besaran conductivity diatas. Sementara itu untuk Ultrasonic flow meter jika cairan limbah tersebut banyak kandungan solidnya performanya akan menurun karena ultrasonic ini bisa bekerja baik pada cairan yg tidak banyak mengandung solid.

Sedangkan untuk sifat korosif dari cairan bisa dilakukan dengan pemilihan jenis material dari flow meter air limbah baik itu jenis stainless steel maupun non metal seperti poly propyline. Pada dasarnya parameter yang akan diukur dari dua jenis flow meter ini meliputi velocity, flow rate dan totalizer. sedangkan satuan pengukuran bisa berupa metrich maupun british tergantung pada permintaan users di lapangan. Satuan yang bisa ditampilkan bisa berupa liters (L), meter kubic (m3), gallons, barrel dengan satuan second, minuts, hour ataupun days. 

Untuk aplikasi yang lebih lanjut bisa juga di sertakan analog output berupa 4-20mA, Pulsa, RS485 atau yang lainnya sesuai dengan permintaan berdasrkan aplkasi. Pada aplikasi pemasangan flow meter air limbah ada 3 jenis installasi yaitu : 

  • In Line Flow Meters

    • Installasinya dilakukan dengan cara memotong pipa sedangkan conncetionnya bisa berupa flange, wafer ataupun thread
  • Insertrion Flow Meters

    • Installasinya dilakukan dengan cara melubangi pipa sedangkan conectionnya bisa berupa Tee fitting, Welding Fitting ataupun saddle fitting
  • Clamp On Flow Meters

    • Installasinya dilakukan dengan cara menempelkan Sensor ( transducer ) pada sisi luar pipa dimana sistem ini tidak berpengaruh pada ukuran pressure, tingkat korosif cairan.
  • Open Channel Flow Meter

    • Open channel flow meter adalah flow meter yang dapat diaplikasikan untuk mengukur aliran pada sistem saluran terbuka seperti pada kanal, sungai atau parit.

Keempat Jenis installasi flow meter air limbah ini mempunya keuntungan dan kerugian masing-masing tergantung pada aplikasi dan persyaratan yang ditentukan. Untuk ukuran pipa yang besar tentunya menggunakan flow meters jenis installasi in line tentunya akan mahal biaya investasinya. Mungkin flowmeter air limbah sitem installasi Insertion dan clamp on akan mampu mereduksi biaya investasi. Namun untuk flow meters dengan aplikasi yang menuntut akurasi yang sangat ketat flow meters dengan sitem installasi in line adalah yang lebih baik. 

Untuk Flow meter air limbah  type Electromagnetic mempunya dua jenis installasi yaitu flow meters dengan installasi In Line dan Insertion. Sedangkan untuk Type Ultrasonic flow meter memliki semua jenis installasi yaitu In Line, Insertion dan Calamp on.

Dan untuk flowmeter air limbah yang digunakan pada aplikasi proses dengan tujuan mengatur debit air dengan mengatur besaran flow rate atau hanya untuk mengetahui flow rate jenis portable ultrasonic flow meter bisa digunakan karena dapat digunakan untuk berbagai jenis ukuran pipa dan bisa di bawa kemana-mana atau di pindah-pindah..

Namun demikian aplikasi dilapangan biasanya menuntut berbagai kondisi yang mengharuskan jenis flow meter ini mempunyai performa yang diharapkan,  seperti aplikasi pemasangan flow meter mengharuskan dipasang di saluran air atau di parit sehingga dengan cuaca indonesia yang ekstrim mengharuskan flow meter air limbah terendam air saat hujan. ada juga yang mengharuskan flowmeter air limbah ini dipasang pada aliran proses limbah buang yang tidak menggunakan pompa atau aliran air limbah didasarkan pada beda ketinggian atau gravitasi.

Pada Proses dilapangan air limbah yang mengalir ke penampungan proses pengolahan limbah maupun hasil proses yang di alirkan ke parit atau sungai biasnya aliranya ada yang menggunakan pompa dan ada yang mengandalkan aliran gravitasi karena perbedaan ketinggian.

Untuk Persoalan aliran cairan limbah tersebut hendaknya hati hati dalam memiih jenis flow meter yang digunakan untuk mengukur flow rate limbah maupun total volume yang telah mengalir dan melewati flow sensor.


Sebagai informasi flow meter yang banyak di pakai di industri mempunyai jenis yang berbeda beda tergantung jenis cairan, sistem instalasi sera tingkat akurasinya dan berikut ini jenis jenis serta model flow meter :

Flow Meter Portable

  • Flow meter portable mulai terkenal saat dikenalkanya flow meter jenis ultrasonic dimana cara penggunaan dan instalasinya cukup mudah dan cepat serta  dapat dibawah kemana mana.
  • Portable flowmeter ini menggunakan jenis clamp on flow meter dimana sensor atau sering di sebut dengan transducer ultrasonic cukup di clamp pada permukaan luar pipa, Karena prosesn insatlasi tanpa memotong pipa atau melubangi pipa maka biaya instalasi dari flow meter clamp on sangat murah dan cepat.
  • Untuk jenis flow meter portable biasanya di lengkapi dengan data logger vaik itu secara internal maupun external dan untuk power karena sifatnya portable biasanya menggunakan battery yang bisa di charge dan umumnya battery mampu bekerja pada waktu cukup lama diatas 5 jam.
  • Info lebih lanjut product portable flow meter silahkan click

Clamp on Ultrasonic Flow Meter

  • Flowmeter ultrasonic merupakan tipe flow meter yang cara kerjanya mengukur kecepatan aliran fluida dengan menggunakan ultrasound sehingga dengan perhitungan volume yang mengalir bisa terbaca di transmitter ultrasonic.
  • Dengan menggunakan sensor ultrasonik atau sering disebut transducer ultrasonic flowmeter dapat mengukur kecepatan rata dari aliran fluida dalam pipa dengan cara mengukur rata rata perbedaan waktu antara waktu pengiriman signal dan penerimaan signal dengan arah aliran.
  • Info lebih lanjut product clamp on ultrasonic flowmeter silahkan click

Flowmeter Mass Flow Coriolis

  • Flowmeter coriolis adalah jenis flow meter yang secara teori menghitung kekuatan gaya/tenaga akibat adanya osilasi suatu sensor yang dilewati cairan dengan menggunakan perhitungan coriolis yang di konversi ke suatu aliran massa.
  • Coriolis flow meter secara real mempu menghitung massa aliran sehingga perubahan temperature dari aliran tidak banyak berpengaruh. Begitu juga persolan perubahan aliran karena instalasi atau sebab lain yang berakibat aliran tidak laminer serta terjebaknya udara atau gas dalam aliran tidak memeengaruhi akurasi. Berbeda dengan sifat flow meter yang menghitung volume dimana mass flow meter bisa mengabaikan berat dari udara atau gas yang terjebak dalam aliran.
  • Info lebih lanjut product  coriolis mass flow meter silahkan click

Flow Meter Electromagnetic

  • Flowmeter electromagnetin yang sering disebut magnetic flow meter atau magmeter merupakan jenis flow meter yang cara kerjanya menggunakan hukum faraday. Karena sifat kerjanya seperti itu maka magnetic flow meter hanya bisa kerja pada cairan yang mempunyai konduktifitas pada tingkatan tertentu dan umumnya pada kisaran minimal 20 micro siemens
  • Info lebih lanjut product  Electromagnetic flow meter silahkan click 

Turbine Flow Meter

Vortex Flow Meter

Positive Displacement Flow Meter

Variable Area Flow Meter

Insertion Flow Meter

Flow Meter Open Channel 

  • Open channel flow meter adlah flow meter yang dapat diaplikasikan untuk mengukur aliran pada sistem saluran terbuka seperti pada kanal, sungai atau parit.
  • Pada dasrnya flow meter open chanel ini menghitung kecepatan aliran dengan mempertimbangkan ketinggian permukaan. Untuk pengukuran kecepatan aliran bisa menggunakan transittime flow meter atau Magnetic flow meter. Sedangkan untuk ketinggian permukaan aliran menggunakan ultrasonic level sensor
  • Penggabungan velociti dengan luas penampang bisa menghasilkan kapasitas aliran atau flow rate aliran dalam kanal.
  • Info lebih lanjut product  Open Channel Flow Meter silahkan click 
 

Ada yang ingin ditanyakan silahkan :

1. Jika ada Pertanyaan tentang Product ataupun harga silahkan langsung hubungi :

 .

2.  Jika ada pertanyaan atau diskusi Tentang tulisan ini silahkan email ke admin@rudywinoto.com

.

Atau silahkan isi kolom dibawah ini dan klik submit  

.  

 
About Rudy Wiratama (959 Articles)
rudywinoto.com/wmablog.com/flowmasonic.com

Leave a Reply

%d bloggers like this: