Cara Kerja berbagai tipe flow meter

Jenis dan fungsi serta cara kerja Flow Meter

Cara kerja flow meter ada berbagai cara sesuai dengan jenis flow meternya, ada flow meter yang cara kerjanya berdasarkan kecepatan aliran, berdasarkan perbedaan tekanan,  berdasarkan perubahan temperature, ada yang berdasarkan volume ruangan dan ada juga yang cara kerjanya karena torsi yang diakibatkan oleh getaran atau lainnya.

Jenis Flow meter yang banyak di gunakan di industri guna melakukan pengukran aliran adalah Ultrasonic flow meter, Electromagnetic flow meter, Coriolis mass flow meter, Orifice Flow Meter, Positive displacement flow meter, Vortex flow meter, Variable area flow meter, turbine flow meter, paddle wheel flow meter, thermal mass flow meter. Jenis Flow meter tersebut mempunyai cara kerja berdasarkan teori matematika atau fisika dengan rumusan-rumusan tertentu. Menggunakan variabel2 yang didapatkan berdasarkan sensor atau lainnya dengan mengacu pada hukum dari teori2 yang ditemukan ahlinya.

Cara kerja flometer lebih banyak didasarkan pada jenis flow meter, untuk magnetic flow meter cara kerjanya menggunakan hukum faraday. Dimana magnetic flow meter hanya bisa di operasikan pada cairan yang mempunyai konduktivitas tertentu. Begitu juga untuk coriolis mass flow meter, berdasarkan perhitungan coriolis. Sedangkan untuk cara kerja ultrasonic flow meter, mengandalkan kecepatan suara pada tingkatan ultra atau disebut dengan ultrasound yang mampu menghitung velocity dari aliran fluida.

wmag30-1 display flomwag

 

Flow meter mempunyai banyak sekali jenis, ukuran dan model, karena itu jenis flowmeter yang akan kita gunakan harus benar-benar disesuaikan denan kebutuhan aplikasi di lapangan. Karena jika pemilihan jenis flow meter kurang tepat, akan menimbulkan biaya lebih tinggi. Baik karena umur dari flow meter maupun akurasi dari hasil pengukuran aliran fluida yang kurang tepat berakibat akurasinya rendah.

Kalo mengamati cara kerja flow meter yang beraneka ragam, sesuai dengan tipe flow meter maka hala-hal seperti jenis fluida, kepekatan fluida, temperature,  keasaman cairan,  working pressure, lingkungan yang explosion proof, bahkan kebersihan fluida juga harus diinformasika. Ini bisa digunakan sebagai pertimbangan awal guna menentukan jenis flow meter yang sesuai.

Jenis Flow Meter

Untuk Jenis Flow meter portable dengan menggunakan sistem ultrasonic merupakan flow meter yang paling praktis. Type Portable flow meter ini ada dua jenis digolongkan pada fluida yang diukur yaitu untuk gas dan untuk liquid. Dan yang paling umum untuk portable flow meter ini berdasarkan size pipa yang diukur tranducer/sensor nya terdapat 3 size yaitu untuk size pipa kecil, menengah dan besar.

Flowmeter magnetic

Sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknology saat ini flow meter sudah ada yang bisa di gunakan untuk mengukur aliran dalam pipa tanpa harus melakukan pemotongan ataupun melubangi pipa. Seperti halnya ultrasonic flow meter,  dimana transducer atau sensor cukup di tempel di permukaan luar pipa yang dihubungkan dengan ultrasonic transmitter yang dapat dibaca besaran aliran dalam pipa. Begitu juga dengan berkembangnya sistem komunikasi dimana flow meter dapat di simpan dalam data logger serta bisa di transmiterkan ke laptop atau komputer,  baik menggunkan kabel eternet maupun dengan sitem internet.

Komponen  Flow meter

Ada dua bagian dari flow meter yang utama yaitu flow sensor dan flow transmitter atau atau flow computer. Untuk flow sensor terdapat beberapa komponan sesuai dengan jenis dan model flow meternya dan biasanya ini yang menjadi acuan size flow meter dengan koneksi disesuaikan kondisi lapangan apakah menggunakan flange, ulir, atau lainya.

Untuk flow sensor ini biasanya bahan material sensor di sesuaikan dengan material pipa, spesifikasi fluida, temperature maksimal, max pressure, IP class apakah butuh water proof atau lainya, termasuk jika dibutuhkan material yang punya kelas food grade dan tahan asam.

Bagian kedua dari Flowmeter adalah flow transmitter atau flow display atau flow gauge, yang mempunyai fungsi menerjemahkan signal dari sensor kedalam hitungan kecepatan dan lainya, yang bisa ditampilkan berupa angka ke display serta memberikan ouput lainya. Flow transmitter ini biasanya hanya terbagi dalam bentuk menyatu dengan sensor atau terpisah, yang istilah dilapangan adalah compact/integral atau remote/split yang menggunakan kabel sebagai penghubung sensor ke transmitter.

Dari flow transmitter ini flow meter mampu membaca dan mendeteksi kecepatan aliran atau velocity,  dengan satuan unit jarak per waktu, debit aiar atau kapasitas yang sering disebut dengan flow rate dengan satuan unit volume perwaktu serta bisa membaca volume cairan yang melewati cairan pada waktu tertentu dengan satuan unit volumetric. Dan untuk kasus tertentu mass flow meter mampu membaca mass dari fluida yang mengalir dalam flow meter dengan satuan unit mass seperti gram, kg, ton, punds dan lainya,

Bahkan jika flow meter model tertentu dikombinasi dengan temperature maka flow transmitter bisa menyajikan energy yang dihasilkan fluida yang bisa menyajikan suatu heat energy dengan satuan energy joule. Hal ini bisanya diaplikasikan untuk steam, air panas pada HVAC atau pada sitem pendinginan seperti chiller atau AC.

Namun jangan lupa untuk jenis pembacaan gauge atau display yang menggunakan sistem mecahnical register biasanya hanya mampu menmpilkan flow rate dan volumetrik dan tidak bisa memberikan analog output kecuali ditambah dengan sensor putaran yang menerjemahkan putaran sistem mechanical ke dalam satuan angka volume seperti red ssensor atau lainya.

Power dan output flow meter

Untuk masalah power flowmeter biasanya pada gauge atau pembacaan ada dua yaitu pembacaan dengan menggunakan mechanical register yang menggunakan jarum yang diteruskan ke sistem angka dan ada juga yang sistem pembacaanya secara digital. Untuk jenis pembacaan menggunakan mechanical register sering populer dengan istilah flow meter biasa, flowmeter analog atau flow meter manual.  Jenis flow meter ini biasanya tidak menggunakan flow sensor tapi menggunakan model ruang volume seperti model rotameter atau pd flow meter. Dan flow meter dengan jenis gauge atau mechanical register pada umumnya tidak membutuhkan energy power atau listrik.

Sedangkan pada jenis pembacaan digital biasanya  menggunakan sistem sensor seperti magnetic flow meter menggunakan sensor berupa electrode, ultrasonic flow meter bisanya menggunakan sensor berupa ultrasonic transducer, coriolis flow meter menggunakan sensor coriolis yang mampu membaca force yang bisa menghasilkan mass flow dan seterusnya.

Flow meter yang digital biasanya dioperasikan dengan power AC dari 90 VAc hingga 240 VAc, power DC dari 12 VDc hingga 36 VDc atau tersedia juga dengan penggunaan Battery yang mampu bertahan hinggga 2 tahun – 5 tahun. Begitu juga output bukan saja pembacaan di display tapi juga bisa memberikan analog output 4 – 20 mA, Pulse, alarem dan comunication RS485. Jadi cukup lengkap bagi kita yang menginginkan hasil pengukuran flow sensor jika di hubungkan ke control, komunikasi ke komputer atau remote sitem seperti keGPRS atau sistem internet.

Akurasi flow meter

Akurasi flow meter cukup bervariasi, sesuai dengan jenis dan model dari flowmeter yang diproduksi. Ada yang mempunyai akurasi 5%, 2%, 1%, 0.5% bahkan ada yang 0.2 % dan lebih bai. Untuk jenis flow mete air biasanya kisaran yang diharapkan jika untuk kwalitas proses dan product mencapai 0.5% hingga 1%. Sedangkan jika digunakan untuk irigasi dan pemantauan flow rate untuk menajga performa mesin seperti pada proses pendinginan mesin biasanya berkisar pada angka 2% hingga 5%.

Advertisements