Action atau Planning duluan…?

Wirausaha

Business Plan

Action  !!!!!!

Seperti halnya pertanyaan ayam duluan atau telur duluan…? Dengan semua logika dan alasan masing-masing merasa paling benar ketika disuruh menjawabnya. Begitu juga ketika kita diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini…..?

– Menikah duluan atau menyiapkan papan, sandang  dan lainnya duluan….?

– Hamil duluan atau menyiapkan baju bayi, kebutuhan bayi dan biaya kelahiran duluan….?

– Merantau ke Jakarta duluan atau menungu ada panggilan test kerja duluan…?

– Action duluan atau buat planning duluan….?

Mungkin kalimat diatas terlalu ekstrim, namun sejak kita lahir hingga dewasa mungkin semua sepakat bahwa kata kata setelah “atau” membutuhkan waktu, energi dan segalanya harus “lebih”. Tapi kita tidak pernah sadar bahwa sebagaian besar dari kita dalam menjalani kehidupan dilakukan dengan menggunakan kata sebelum “atau” . Hal ini dikarenakan sebagaian besar dari kita baru bisa mejalani kata setelah “atau” ketika kita merasa cukup mendapatkan pengalaman sebagaimana pepatah ” pengalaman adalah guru yang paling berharga”.

Begitu juga dalam perilaku wirausaha, sebagian besar pelaku wirausaha pada saat pertama kali membuka usaha baru bisa membuat perencanaan, ketika sudah tahu seluk beluk usaha. Hal ini dikarenakan Saat memulai usaha, walaupun sudah merasa mengetahui segalanya tetapi yang terjadi sesungguhnya  kita terlalu minim mempunyai pengetahuan akan usaha yang akan kita jalankan.

Apakah dengan action duluan tanpa business plan maka usahanya tidak jelas arahnya….? …eit….tunggu dulu…. banyak para pelaku usaha ketika pertama kali terjun di dunia business tidak pernah menyangka bahwa businessnya merambah ke seluruh pelosok nusantara bahkan ada yang mampu ekspor. Tapi tidak sedikit para pelaku usaha setelah 20 th usahanya hanya begitu-begitu saja bahkan ada yang bubar.

Apakah dengan membuat business plan duluan sebelum action usahanya akan mudur-mundur atau kadang malah nggak jadi membuka usaha, karena begitu rumitnya dan takut tidak mampu menagggung beban bila usahanya bangkrut…..? nah.. nggak semuanya begitu…. Coba kita amati Aqua, MNC, Astra dan lainnya semua businnes yang didirikan selalu didahului oleh suatu perencanaan yang matang dari research market, SDM, pembiayaan dan lain sebagainya sehingga berhasil menjadi perusahaan yang tangguh dan mapan.

Pada dasarnya pembuatan business plan sangat penting, karena ini akan berdampak pada target, evaluasi dan pengembangan business. Namun demikian pembuatan business plan bukan suatu harga mati saat kita ingin mulai belajar berwirausaha. Business plan adalah kerangka acuan yang kita dalam menjalankan dan mengembangan usaha. Banyak dari para pembelajar wirausaha yang kesulitan dalam membuat business plan dan bahkan ketika business plan sudah dibuat sedemikian rinci justru yang terjadi para pembelajar wirausaha justru mundur karena banyaknya kesulita-kesulitan yang ada didepan.Dari mulai kesulitan membuat business plan, resiko usaha yang akan dijalani, dan kegamangan serta kesulitan cara memulainya. Karena untuk merubah cara berfikir dan bertindak untuk masuk ke zona tidak nyaman, zona penuh resiko bukanlah hal yang mudah. Hal ini menjadi kendala utama seseorang yang baru akan memulai belajar berwirausaha.

Jadi bagi siapapun yang ingin belajar dan mencoba berwirausaha ketika mereka sudah berada di zona nyaman hendaknya menyadari hal ini, karena itu jika memang harus membuat business plan ( karena jago dan pengalaman dalam perencanaan) hendaknya tidak membuat business plan yang terlalu rumit dan detail, cukup membuat kerangka utama dan langsung action sedangkandetail dari busness plan dapat dibuat mengaju pada waktu dan pengalaman saat menjalani dan mengelola business. Repotnya bagi para pembelajar yang tidak cakap dalam membuat perencanaan, mungkin bisa mencari literature, banyak tanya dan mencari mentor. Dikarenakan dalam membuat perencanaan karena tidak punya pengalaman dan bahan atau literature maka yang diperlukan adalah keberanian alias nekat dan mengasah ketajaman insting dlam mengelolah business.

Ketajaman dalam menangkap peluang, menciptakan peluang dan penyelesaian persoalan saat menjalankan business di perlukan secara muntlak. readmore…..

%d bloggers like this: