Hydraulic Cylinder


Hydraulic Cylinder

Pneumatic Cylinder

Cylinder Hydraulic adalah bagian yang cukup penting dari sistem Hydraulic. Pada dasarnya terdapat bagian penting yaitu Cylinder Hydraulic adalah bagian yang cukup penting dari sistem Hydraulic. Pada dasarnya terdapat bagian penting yaitu :

  1. Cylinder Tube
  2. Piston dan  Rod Piston
  3. Head Cylinder
  4. End Cup
  5. Bracket
  6. Seal Package

1. Cylinder tube lebih dikenal dengan istilah Hone tube karena permukaan pada dimatar dalam di kerjakan dngan proses honing dengan sebutan Seamless stell honed tube jika matrialnya dari steel dan ada juga matrialnya dari Stainless steel dan alumunium tergantung aplikasi. Ukuran dari diameter dalam cylinder ini dijadikan acuan dari perhitungan tenaga yang dihasilkan oleh cylinder dengan sebutan bore size. Jenis matrial dan spesifikasi matrial yang terdapat di pasaran Indonesia adalah : a. Matrial : JIS3445 STKM13C Internal Diameter Ccuracy : H7, H8, H9 Rougness : 0.8 – 35 Internal Diameter : Dia. 18 – Dia. 420 b. Matrial Alumunium Round Tube Grade H9, AA6063 TD83 Internal Diameter : Dia. 20 – Dia. 200 Anodic coating film : thickness 25 micron & hardness : HV 400 C. Matrial Stainless seamless steel tube SUS304 Internal Daimeter : Dia. 10 – 40 Banyak digunakan untuk Medical equipment, chemical Industry machine, food machine.

2. Rod Piston , Sebagaiman cylinder tube, Rod Piston juga mempunyai berbagai bahan dasar mulai dari ST41, S45C, SUS304, SMCM dan biasaya utuk area yang perlu keras karena mudah terbentur benda asing sebaiknya dilakukan proses surface hardden dan untuk beban yang besar bisa juga dilakukan full hardden. dan hampisr untuk semua aplikasi rod pistonini permukaanya di hardchrome dengan kekerasan scrt antara 65-70 HRC, untuk maslah hard chrome akan dibahas pada tulisan lain tentang elektro plating.  Untuk aplikasi tertentu ada juga cylinder dengan memiliki double rod dimana mempunyai tujuan untuk penggerakan dua arah dan bisa juga dengan ukuran rod berbeda yang berfungsi sebagai stoper. Pada umumnya ujung dari rod agar terconnect dengan benda yang digerakan berbentuk ulir atau mempunyai stap diameter yang bisa dihubungkan dengan couple.

3. Piston, adalah bagian yang cukup penting karena ukuran inilah yang selalu dipakai untuk mengukur kekuatan tenaga dari cylinder disamping kekuatan pompa hydraulic. Piston yang dilengkapi dengan seal ini pada dasarnya merupakan bagian yang memisahkan atau membagi ruang cylinder dan piston inilah yang menjadi ukuran utama dari geraKan rod cylinder baik gerakan maju maupun mundur. Bahan untuk pembuatan piston pada cylinder hydraulic standart biasanya menggunakan s45C dan untuk cylinder alumnuium pada pneumatic paling sering dipakai dari alumunium atau kuningan.

Untuk cylinder ini ada yang cara kerjanya single action dan double action artinya untuk menggerakan piston hingga berada pada titik mati atas ataupun pada titik mati bawah, kedua-duanya menggunakan tenaga dari aliran fluida. Sedangkan untuk yahapan kerja ada single stage maupun multi stage yang sering disebut dengan telescopic cylinder

Pada jenis telescoupic aliran fluida biasanya mengalir untuk menggerakan piston dengan ukuran terbesar dan selanjutnya pada ukuran piston dibawahnya dan seterusnya baik itu untuk menggerakan pada posisi TMA maupun TMB

4. Head Cylinder

Banyak bentuk dan karakteristik dari head cylinder , tetapi yang mendasar adalah fungsi dari head cylinder sebagai penutup cylinder, tempat gerakan ( keluar /masuk) rod piston dan juga berfungsi sebagai dudukan dust seal dan rod seal guna mencegah fluida keluar dari dalam cylinder. Namun demikaian untuk aplikasi tertentu khususnya pada stroke yang panjang sebaiknya dilengkapi dengan wear ring dalam head cylinder, hal ini digunakan untuk menjaga kestabilan gerakan rod piston

5. End Cup

6. Mounting

Berikut ini ukuran dan spesifikasi cylinder tube dan chrome rod

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.478 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: